Senin, November 22

15 Binatang Marsupilia Asli Indonesia

Marsupial adalah mamalia dimana mamalia betina memiliki marsupium (kantong perut) seperti Kanguru dan Koala Australia. Mereka berbeda dari mamalia Eutheria pada sifat reproduksi. Berikut ini adalah beberapa jenis hewan marsupilia yang asli berasal dari Indonesia.

1. Kuskus Beruang / Kuse (Ailurops ursinus)

Kuskus Beruang atau Kuse (Ailurops ursinus) adalah salah satu dari dua jenis kuskus endemik di Sulawesi. Panjang badan dan kepala kuse adalah 56 cm, panjang ekornya 54 cm dan beratnya dapat mencapai 8 kg.

Sabtu, November 20

EMB-314 Super Tucano, Pengganti Si Kuda Liar (II)



Cockpit

Keseluruhan kokpit Super Tucano telah menggunakan material kaca (glass cockpit) yang kompatibel untuk penglihatan di malam hari. Pesawat dilengkapi dengan perangkat sistem avionik buatan Elbit Systems Ltd of Haifa, Israel. Perangkat ini termasuk diantaranya : head-up display (HUD), advanced mission computer, sistem navigasi dan dua layar multifungsi liquid crystal ukuran 6in x 8in.

Head-up display dengan area pandang 24° dan advanced weapon delivery system yang terintegrasi lewat data bus MIL-STD-1553B. Pilot Tucano telah dilengkapi dengan sistem kendali HOTAS (hand on throttle and stick). Dimana dalam mengendalikan kemudi, kecepatan dan persenjataan, Pilot cukup meletakkan tangannya di kedua tongkat kendali pesawat. Tongkat kendali throttle (kecepatan) dan stick diambil dari handson.

Kabin Pilot dilindungi pelindung baja kevlar dan telah dilengkapi dengan kursi lontar. Kanopi sistem clamshell, bergantung di bagian depan hingga ke belakang yang diaktifkan secara elektrik, sistem de-icing dan glass-cockpit mampu bertahan hingga kecepatan 300kt serta mampu menahan benturan burung. Selain itu kabin juga telah terinstalasi sistem oksigen generasi terbaru OBOGS buatan Northrop Grumman.

Persenjataan dan Navigasi

Pesawat ini dilengkapi dengan dua central mission computer. Sistem integrasi senjata terkomputerisasi ini berisi perangkat lunak pembidik senjata, mana

Lapan Gelar Seminar Penerbangan dan Antariksa

TANGERANG - Demi membangun kebersaman visi dan tujuan para pelaku dan pelaksana bidang penerbangan dan antariksa nasional, Lapan menyelenggarakan Seminar Nasional Penerbangan dan Antariksa.

Seminar diadakan Senin (15/11) di Gedung Dewan Riset Nasional (DRN), Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspiptek), Serpong, Tangerang.

Hasil seminar akan menjadi bahan penyusunan kebijakan dan strategi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang penerbangan dan antariksa di Indonesia hingga 2025. Selain itu, juga akan menjadi bahan pengayaan materi dalam pembahasan Rancangan Undang-undang tentang Keantariksaan.

Ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) penerbangan dan antariksa memiliki manfaat yang besar bagi masyarakat. Aplikasi bidang ini meliputi komunikasi, transportasi, keperluan dunia usaha, perbankan, eksplorasi sumber daya mineral dan geologi, pertahanan keamanan, pertanian, dan mitigasi bencana alam.

Seminar akan dihadiri 600 peserta. Mereka terdiri dari para pengambil kebijakan, peneliti, akademisi, praktisi, dan pelaku industri. Rencananya, Menteri Negara Riset dan Teknologi (Menristek), Drs. Suharna Surapranata, MT. akan membuka acara ini. Menristek dan Ketua Komite Inovasi Nasional (KIN) Prof. Dr. Ir. Zuhal akan menjadi "keynote speaker" dalam acara tersebut.